Depresi Menstruasi

Depresi Menstruasi – Sindrome pra-menstruasi atau PMS adalah sekumpulan gejala yang tdiak nyaman, menyakitkan dan menganggu yang menyerang beberapa wanita sebelum haid. Sekitar 20 persen wanita menderita sindrom ini. Berdasarkan sebuah survey separuh penderita PMS ┬ásangat menderita sehingga mereka harus absen sekolah atau cuti sekolah.

Depresi Menstruasi

Depresi Menstruasi

Depresi Menstruasi

Sindrom PMS biasanya terjadi 7 hari sampai dua minggu menjelang haid. Penyebabnya tidak diketahui, meskipun ada teori yang mengatakan karena adanya kekurangan kalsium ataupun hormon. Namun hipotesis yang bisa dijadikan pegangan adalah terjadinya ketidakseimbangan hormon yaitu berlebihnya hormon progesteron dan estrogen sehingga terjadi penumpukan yang pada akhirnya menimbulkan berbagai keluhan. Sindrom PMS sangat menganggu aktivitas sehari-hari dan sangat emnurunkan kulitas hidup penderitanya. Juga berdampak negatif terhdap hubungan teman, keluarga, aktivitas, sosial, dan produktivitas.

Sampai saat ini tidak diketahui mengapa ada wanita yang mengalami dan ada pula yang tidak mengalami Depresi Menstruasi. Bahkan ada pula wanita yang mengalami Depresi Menstruasi hingga berat dan menjadi depresi sehingga mengatasinya membutuhkan bantuan psikiatri.  Sindrom PMS ini kini diterima secara luas sebagai suatu kelainan medis nyata yang menyerang wanita selama masa suburnya. Sekitar 20-40 persen wanita mengalami sindrom ini dan sekitar 3-5 persen gejalanya cukup berat.

PMS dapat menimbulkan gejala fisik dan psikologis yang paling sering ditemui adalah perasaan putus asa, pikiran mencela diri sendiri, cemas, tidak tenang, perasaan tiba-tiba sedih atau menangis. PMS juga bisa menimbulkan gejala lain semisal marah-marah, menurunnya minat beraktivitas, kesuliatn berkonsentrasi, mudah lelah dan kehilangan tenaga, nafsu makan bertambah dan insomnia. Sementara gejala fisik paling sering dikeluhkan wanita adalah nyeri atau pembengkakan payudara, sakit kepala, sendi atau otot, sensasi kembung dan kenaikan berat badan.

Tidak semua Depresi Menstruasi memerlukan pertolongan medis untuk PMS dan seringkali gejalanya cukup dikendalikan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Terjadinya PMS juga diduga karena adanya resistensi cairan. Oleh karena itu mengatasinya dengan diberikan hormon progesteron yang bisa mencegah resistensi cairan seperti dirinon dan KB Yas.

Gejala Depresi Menstruasi

Gejala depresi menstruasi ditandai dengan gejala seperti dibawah ini :

  1. Mood atau suasana hati depresi yang sangat jelas ditunjukkan, merasa tidak ada harapan atau juga berpikiran negatif.
  2. Mengalami kecemasan, ketegangan dan juga susah untuk fokus.
  3. Labil atau emosi tidak stabil, mudah sedih, menangis dan juga sensitifitas yang semakin meningkat terhadap suatu penolakan.
  4. Marah secara terus menerus, mengalami iritabilitas, dan terjadinya peningkatan konflik interpersonal.
  5. Penurunan pada minat suatu aktivitas yang dilakukan seperti biasanya misalnya adalah seperti bekerja, sekolah dan juga sosial serta hobi.
  6. Perasaan subyektif atau susah untuk berkonsentrasi dan memfokuskan pikiran.
  7. Nafsu makan yang menurun atau meningkat dan mengidam ingin makan sesuatu.
  8. Terlalu banyak tidur atau mengalami susah tidur atau penyakit insomnia.
  9. Merasa beban yang menumpuk dan susah mengendalikan diri dengan baik.
  10. Gejala fisik yang dirasakan sakit kepala, payudara akan lebih keras, nyeri sendi, mual, dan juga berat badan yang bertambah atau penurunan berat badan.

Untuk menegakkan diagnosis ini maka dibutuhkan paling tidak 5 gejala diatas dan salah satu dari gejala tadi adalah gejala nomo1,2,3, dan 4. Dan menurut pengalaman klinis serta penelitian kondisi tadi tidak banyak yang ditemui. Statistik mengatakan bahwa sekitar 3-7& dari jumlah populasi yang mengalami masalah diagnosis yang lengkap untuk kasus ini. Dan sehingga lebih banyak kasus yang ditemui adalah salah satunya atau juga dua gejala saja yang lebih sering disebut dengan istilah PMS.

Gejala ini biasanya terjadi lebih sedikit dan biasanya hanya mengenai ke salah satu gejala dalam bentuk perasaan atau afektif saja. Dalam beberapa gejala perasaan atau afektif itu sendiri adalah depresi, iritabilitas, kecemasan, kebingungan, serta adanya penarikan diri dari aktivitas yang biasanya dilakukan. Sedangkan untuk gejala fisik yang dirasakan adalah payudara yang terasa lebih sensitif dan besar, mual, sakit kepala dan pembengkakan pada kaki.

Penanganan yang dilakukan depresi pada kaum wanita adalah dengan melakukan terapi yang harus sesuai dengan gejala asimptomatik. Misalnya adalah dengan penggunaan antidepresan SSRI harus dibawah resep atau anjuran pskiater dan juga hanya diberikan dalam keadaan afektif yang parah.

Makanan Pereda Depresi

Beberapa jenis makanan dibawah ini bisa membantu mengatasi depresi pada kaum wanita adalah :

  1. Ikan
    Ikan merupakan salah satu jenis makanan dengan kandungan asam lemak omega-3. Dan selain itu juga kandungan B12 serta kandungan B6 yang ada di dalamnya juga sangat banyak. Kekurangan mengonsumsi vitamin B12 ini bisa membuat perasaan stress muncul dan tingkat depresi yang tingkatannya lumayan tinggi.
  2. Brokoli
    Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan antioksidan yang ada di dalamnya cukup tinggi, selain itu kandungan asam folat serta kandungan vitamin B yang ada di dalamnya juga tinggi. Kandungan asam folat bermanfaat untuk membantu menghilangkan stress, membantu menurunkan kecemasan sampai depresi. Selain itu, kandungan serat alami yang ada di dalamnya juga bisa membantu melancarkan sistem pencernaan tubuh Anda.
  3. Buah
    Mengonsumsi buah yang mengandung gula alami yang bisa membantu mengurangi tingkatan stress atau juga depresi yang dialami.

Depresi Menstruasi


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Depresi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!!
=====================================


This entry was posted in Depresi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *