Depresi Pada Anak

Depresi Pada AnakDepresi berbeda dengan penyakit fisik, sulit dideteksi. Terkadang orangtua tidak menyadari anaknya mengalami depresi ayai stres. Bagaimana depresi pada anak ?

 Depresi Pada Anak

Anak memiliki faktor ketergantungan yang besar terhadap lingkungan luar, terutama dari ibunya. Anak membutukan kasih sayang yang tdak hanya diucapkan dengan perkataan namun juga melalu sentuhan kasih dan komunikasi. Jika kasih sayang itu tidak ada, akan menimbulkan depresi pada si anak.

Depresi Pada Anak

Depresi Pada Anak

Menurut Dr. Gitayanti Hadiukusuma, Sp.KJ (K) Psikiater anak Departemen Psikiatri FKUI-RSCM , saat seorang anak berusia 4 bulan sudah dapat terkena depersi. Anak yang mengalami depresi ini disebut dengan depresi matternal, yakni anak yang kehilangan sang ibu baik secara fisik maupun emosional.

Bila anak mengalami depresi, gejala Depresi Pada Anak dapat dilihat secara kasat mata. Biasanya anak berbicara monoton, cenderung datar, dan kehilangan minat terhadap sesuatu. Anak tak lagi tertaik bermain dan lebih suka memilih untuk menyediri. Meski begitu, ada juga anak yang menunjukkan gejala anak hiperaktif, bandel luar biasa dan sikap yang tidak biasanya sebagai tanda bahwa ia mengalami depresi. Anak yang mengalami depresi akan berakibat fatal terhadap tumbuh kembangnya anak cenderung mengalami gagal tumbuh. Pada bayi lebih berbahaya, karena dapat menyebabkan keterlambatan fungsi motorik.

Depresi pada anak dan bayi ditandai dengan beberapa fase. Fase pertama adalah fase protes dimana anak atau bayi akan selalu menangsi dan uring-uringan. Fase kedua adalah disapears atau putus asa yang menjadi awal mula depresi yang sesungguhnya. Anak mulai tidak mau makan, perkembangan anak terlambat dan gagal tumbuh bahkan kemungkinan terburuk adalah meninggal. Fase ketiga detouch, dimana anak sudah tidak mengharapkan dan tidak mau lagi mengenali sosok figur orangtua.

Penyebab Depresi Pada Anak

Penyebab depresi anak sebagian besar karena faktor lingkungan dan sedikit sekali yang disebabkan oleh faktor genetik. Anak-anak yang dilanda depresi memiliki pandangan buruk memiliki pandangan buruk mengenai diri sendiri dan dunianya. Anak merasa bahwa orangtuanya tak sayang lagi. Dalam ingatannya, anak masih menyimpan kejadian dan perlakuan masa lalu dari orangtuanya. Anak mengalami sakit hati yang membekas dan terkadnag dibesar-besarkan. Awalnya, anak akan menyalahka orang lain, namun lama-kelamaan akan menyalahkan dirinya sendiri secara berlebihan. Merasa buruk, tidak layak dicintai, dan layak dijauhi, itulah persepsi anak yang terkena depresi.

Cara Mengatasi Depresi Pada Anak

Cara mengatasi depresi pada anak adalah :

  1. Melakukan pendekatan dan berikan kasih sayang
    Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala depresi, maka sebaiknya berikanlah kasih sayang yang sangat besar pada anak. Dalam keadaan yang kritis ini maka anak biasanya membutuhkan dukungan emosional dalam bentuk sentuhan dan juga dalam bentuk pelukan. Dukungan dalam bentuk emosional bisa membantu menurunkan dan meringankan beban yang dirasakannya, karena anak akan merasa tidak sendiri.
  2. Buat anak menjadi aman dan nyaman
    Untuk membantu menurunkan dan mengurangi kecemasan yang dialami, biasanya anak membutuhkan suasana hati yang membantu membuatnya lebih tenang dan lebih nyaman. Jika perlu ajaklah anak Anda ke tempat yang menyenangkan dan juga ketempat yang bisa membantu membuat gairah hidup mereka lebih meningkat lagi.
  3. Membantu anak memahami masalah yang dialaminya
    Jika anak sudah mau mulai menceritakan masalah yang dialaminya, hal ini berarti bahwa ada suatu sinyal yang baik. Sudah ada suatu keinginan yang muncul di dalam hati anak untuk bisa mengatasi masalah yang dialaminya. Namun, jika anak masih saja bungkam dan tidak mau bercerita maka kita bisa membantu mengetuk hatinya dan juga memberikan dukungan dalam bentuk emosional dengan cara memeluk anak. Dan selanjutnya, ajaklah anak Anda untuk melakukan relaksasi. Fungsi dari relaksasi ini adalah membantu mengikis habis semua beban yang sedang mengganjal di dalam hati mereka.
  4. Meyakinkan anak dengan kemampuan diri yang dimilikinya
    Jika anak sudah bisa menerima kenyataan yang dialaminya dengan lebih ikhlas, maka selanjutnya anak harus diajak untuk membantu mengembangkan aktivitas lain. Khususnya adalah dalam melakukan aktivitas yang bisa membantu mengatasi permasalahan yang sudah membuatnya menjadi terganggu. Hal ini sangat penting sekali dalam mencegah anak kembali merasakan depresi.
  5. Kembalikan lagi semangat hidup anak
    Agar anak tidak merasakan gantung dengan suasana hati yang dialaminya, maka anak sangat perlu dilatih dalam mengembangkan pikiran positif. Selain itu, anak juga harus melatih diri mereka sendiri untuk menghadapi keadaan yang membuat mereka tertekan atau juga masalah dengan lebih rasional sehingga dengan melakukan latihan ini akan membantu membuat anak lebih siap dalam menghadapi keadaan yang menekan atau juga dengan persoalan yang lebih fokus ke inti masalah dan berusaha dalam menemukan solusinya.
  6. Mengembangkan rasa percaya diri anak
    Cara mengatasi depresi pada anak selanjutnya adalah dengan membangun atau mengembangkan pengertian anak bahwa masalah bukan suatu beban yang harus dihindari dan ditakuti. Ajari anak agar tidak memandang rendah kemampuan yang dimilikinya sendiri. Dan seburuk atau juga sesulit apapun keadaan yang dialaminya, anak baisanya masih punya kekuatan atau juga kemampuan dalam mengatasi dan menyelesaikannya. Sebaiknya tanamankan dari dini mengenai anak akan bisa menyelesaikan semua bentuk hambatan yang dialami. Hal ini karena setiap masalah pasti ada jalan keluar untuk menyelesaikannya.

Depresi Pada Anak


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Depresi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!!
=====================================


This entry was posted in Depresi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *