Depresi Post Partum

Depresi Post Partum – Pada beberapa hari setelah melahirkan, pada beberapa ibu merasakan gangguan depresi yang sifatnya ringan, mereka punya waktu-waktu sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur dimana mereka tidak bisa tidur meskipun bayi sudah tertidur. Akan tetapi ada beberapa wanita mempunyai gejala-gejala depresi yang lebih berat dan berlangsung lebih lama. Kondisi seperti ini sering disebut dengan depresi post partum (depresi setelah melahirkan).

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum dapat disembuhkan dengan pemakaian obat-obatan, terapi kognitif, atau konseling dan atau kombinasi keduanya. Juga merupakan hal penting bagi penderita untuk merawat diri sendiri dengan baik, latihan olahraga teratur dan cara diet cepat makanan sehat. Konsultasi secara pribadi mungkin dapat membantu jika depresi yang dialami masih dalam skala depresi ringan.

Obat-obat anti depresi (antidepressant) sangat efektif dalam pengobatan Depresi Post Partum. Ada banyak macam obat anti depresi dan dokter akan memberikan obat depresi yang tepat kepada penderita. Pengobatan depresi hanya menggunakan obat atau hanya dengan konsultasi atau kombinasi keduanya akan membantu bagi kebanyakan wanita dengan gangguan depresi.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat mengalami Depresi Post Partum :

  • Jangan kucilkan diri anda, tetap selalu berhubungan dengan seseorang yang anda cintai dan teman-teman anda, penasihat spiritual anda, juga dokter.
  • Jangan membuat keputusan-keputusan besar seperti perceraian atau perpisahan karena pada saat depresi anda mungkin tidak berpikir dengan jernih. Jadi keputusan yang anda buat pada saat depresi mungkin bukan keputusan yang terbaik buat anda.
  • Jangan salahkan diri anda karena depresi anda, karena bukan anda penyebab depresi yang anda derita.
  • Jangan takut akan perasaan tidak merasa baik dan sehat pada saat ini
  • Jangan menyerah dan putus asa
  • Sering berolahraga untuk membuat anda merasa lebih baik, olahraga juga akan memberikan anda lebih banyak energi
  • Makan dengan makanan seimbang dan diet sehat
  • Istirahat cukup
  • Minumlah obat anti depresi anda atau lakukan konsultasi sesering mungkin seperti yang dokter sarankan. Obat antidepresant anda tidak akan bekerja jika anda meminumnya hanya satu kali saja
  • Tetapkan tujuan kecil untuk diri anda, karena pada kondisi depresi anda mungkin dalam kondisi kurang bertenaga
  • Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang depresi dan bagaimana mengobatinya.
  • Segera hubungi dokter anda atau pusat-pusat yang menangani pencegahan bunuh diri setempat jika anda mulai berpikir tentang bunuh diri.

Penyebab Depresi Postpartum

Penyebab dari depresi pasca melahirkan atau post partum adalah :

  1. Faktor biologis
    Faktor ini biasanya menjelaskan bahwa terjadi akibat dari adanya kadar hormon misalnya adalah seperti kadar estrigen, progesteron dan juga prolaktin dengan jumlah yang tinggi atau juga dengan jumlah yang rendah di masa nifas atau juga mengalami suatu perubahan pada hormon dengan lebih cepat dan juga dengan lebih lambat.
  2. Karakteristik ibu
  3. Faktor usia
    Pada sebagian masyarakat mempercayai bahwa saat yang paling tepat untuk seorang wanita melahirkan adalah di usia antara 20-30 tahun. Dan hal ini baisanya akan mendukung masalah pada periode yang optimal dalam hal perawatan bayi untuk seorang ibu. Selain itu, faktor usia wanita yang mengalami hal tersebut saat sedang hamil dan proses persalinan biasnaya seringkali dihubuungkan dengan suatu bentuk kesiapan mental wanita untuk menjadi seorang ibu.
  4. Faktor pengalaman
    Depresi pascasalin atau setelah melahirkan ini biasanya lebih banyak ditemukan pada wanita primipara, dan mengingat bahwa peran dari seorang ibu atau juga segala yang berhubungan dengan bayinya adalah suatu situasi yang sama sekali baru untuk dirinya dan juga bisa membantu menimbulkan stress.
  5. Faktor pendidikan
    Wanita yang berpendidikan tinggi biasanya akan menghadapi masalah tekanan sosial serta mengalami konflik peran, diantara tuntutan sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karier.
  6. Faktor selama proses persalinan
    Hal ini biasanya mencakup tergantung dari lamanya proses persalinan, saat intervensi medis yang digunakan dalam hal proses persalinan. Dan juga diduga semakin besar dalam trauma fisik yang dimunculkan saat sedang proses persalinan. Maka hal yang semakin besar akan terjadi kemungkinan adalah trauma psikis yang muncul dan selain itu juga kemungkinan dari wanita yang bersangkutan tadi akan mengalami depresi post partum.
  7. Faktor dukungan sosial
    Banyaknya kerabat atau orang-orang yang membantu saat proses persalinan berlangsung dan pasca bersalin, beban seorang obu biasanya akan semakin berkurang.

Obat Depresi Postpartum

Pemberian jenis obat tertentu untuk kaksus ini biasanya adalah pemberian pada episode pertama dari kasus depresi, pemberian obat depresi yang dilakukan selama 6-12 bulan merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan. Dan untuk wanita dengan kasus depresi mayor yang terjadi secara berulang biasanya akan diindikasikan perawatan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang dengan menggunakan obat antidepresan. Kegagalan dalam melakukan pengobatan atau juga melakukan pengobatan yang tidak adekuat biasanya akan menimbulkan masalah pada hubungan antara ibu, bayi dan pasangan. Selain itu juga, hal ini bisa meningkatkan terjadinya resiko morbiditas untuk ibu dan bayi, serta mengenai kompromi sosial dan juga tentang oengembangan pendidikan dari si bayi. Semakin cepat pengobatan dilakukan maka prognosisnya juga akan semakin baik. Perlunya melakukan rawat inap juga kemungkinan harus dilakukan untuk kasus depresi pascamelahirkan atau post partum dengan kasus yang parah.

Depresi Post Partum


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Depresi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!!
=====================================


This entry was posted in Depresi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>