Gangguan Depresi

Gangguan Depresi

Gangguan Depresi

Gangguan depresi yang ditangani dapat sembuh dengan sendirinya pada k.l. 80% dari kasus setelah rata-rata 6-12 bulan, tetapi dengan resiko kambuh dengan cepat dan menjadi kronisnya penyakit. Kesulitan di sini pun sama dengan suasana pada schizophrenia, yaitu seringkali tidak adanya keinsafan sakit pada pasie. Dengan penanganan psikoterapi dan antidepresiva progress penyakit agak membaik, separuh dari penderita sembuh dalam 3-4 bulan. Adalah penting untuk jangan membebankan diri  terlalu berat, mempertahnkan struktur aktivitas setiap hari dengan kontak social dan gerak badan secukupnya, bahkan kalau bisa tetap melakukan pekerjaan rutin.

Gangguan Depresi

Depresi merupakan masalah umum yang dialami oleh banyak orang tak mengenal usia, kelas sosial-ekonomi, jabatan, harta dan martabat seseorang. Wanita cenderung lebih sering mengalami depresi dibanding pria, karena wanita memiliki tingkat emosional lebih tinggi dan perasaan yang sangat sensitif terhadap suatu hal. Tetapi pria yang mengalami depresi cenderung memilih untuk bunuh diri.

Di Jepang, menurut mitos yang beredar jika seseorang mengalami kegagalan kemudian timbul depresi lebih memilih untuk bunuh diri dengan alasan malu. Di Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara adidaya, sekitar 17 % dari total penduduk Amerika, pernah mengalami depresi dengan jumlah penderita saat ini lebih dari 19 juta orang.

Depresi dapat disebabkan oleh berbagi hal seperti peristiwa besar dalam hidup, misalnya menderita penyakit berat, kematian salah satu anggota keluarga, efek menggunakan narkoba, kehilangan pekerjaan.

Gejala Depresi

Menurut beberapa penelitian yang salah satunya dilakukan oleh Institut Kesehatan Jiwa Amerika Serikat (NIMH), gejala dan tanda umum depresi adalah sebagai berikut :

1. Rasa sedih, cemas atau hampa yang terus-menerus
2. Rasa putus asa dan pesimis
3. Rasa bersalah, merasa tidak berharga, dan tidak berdaya
4. Kehilangan minat atau kesenangan atas hobi atau aktivitas yang sebelumnya disukai, termasuk seks
5. Energi lemah, kelelahan, menjadi lamban
6. Sulit berkonsentrasi, mengingat, memutuskan
7. Susah tidur (insomnia) atau tidur berlebihan (hipersomnia)
8. Sulit makan atau rakus makan (menjadi kurus atau kegemukan)
9. Tidak tenang dan gampang tersinggung
10. Gejala penyakit fisik yang tidak hilang dengan pengobatan seperti sakit kepala, masalah pencernaan (susah buang air besar, penyakit diare, dll) dan nyeri kronis.
11. Berpikir ingin mati atau bunuh diri
12. Terkadang, merasa berat di tangan dan kaki

Bila Anda mengalami beberapa gejala di atas yang sudah mengganggu hidup Anda, konsultasikan dengan dokter. Dia mungkin dapat mencari tahu apakah Anda sudah terkena depresi dan memberikan solusi untuk penanganannya.

Obat Depresi

Pilihan obat pada gangguan depresi umumnya ATC (Anti depresiva TriCyclis) sebaiknya digunakan bila terdapat gejala ekstrapiramidal atau jika serentak minum obat antipsikotika atau NSAIDs. Obat-obat generasi ke-2 (SSRIs) sebaiknya diberikan bila ada keluhan jantung (setelah infark, jantung lemah, aritmia), sukar buang air besar dan glaucoma.  Gangguan depresi hebat selalu harus ditangani dengan dukungan social dan psikoterapi, bersama antidepresiva terutama yang bersifat keturunan dan yang menunjukkan gejala vital. Tujuan psikoterapi adalah merubah pikiran dan sikap negative dari pasien dengan pandangan yang lebih realistis mengenai dirinya sendiri dan dunia luar. Tertama terapi perlakuan cognitive ternyata efektif, yaitu suatu bentuk penanganan psikologis, pada mana pasien dipelajari menemukan pola-pola negative dari cognisi dan merubahnya. Juga menganalisa pikiran-pikiran negative yang dari sudut psikologis  merupakan inti dari depresi, seperti misalnya keluhan ;saya memang orang yang selalu gagal’ atau ‘segala sesuatu yang saya berbuat senantiasa salah’ dan ‘semua orang benci kepada saya’. Kalau sudah dipastikan dengan jelas bahwa penanganan dengan hanya antidepresiva adalah kurang efektif dari pada penaganan yang sama dalam kombinasi  dengan psikoterapi.

Bila gangguan depresi disertai rasa takut atau kegelisahan, sering kali ditambahkan suatu benzodiazepine untuk k.l 4 minggu. Setelah waktu itu, kerja anxiolitis dari obat antidepresi sudah menjadi nyata dan tranuilizer tidak diperlukan lagi. Bila ATC dan SSRIs kurang memberikan hasil, maka dapat ditambahkan litium  atau diganti seluruhnya dengan molobemida.

Terapi gangguan depresi dilakukan dengan counseling supportive yakni menemukan hal-hal yang positif dalam diri pasien. Semua penderita depresi selalu lebih melihat jal negative falam pribadinya dan menyalahkan diri. Ini perlu diubah supaya menilai diri lebih rasional. Dengan penilaian yang lebih rasional, maka tekanan kepada jiwa serta ketegtangannya akan berkurang sekaligus perasaan terhadap diri lebih senang.  Penderita depresi yang disebabkan trauma psikis yang berat misalnya kehilangan orang yang dicintai, rugi atau terttipu dalam perusahaan atau konflik berat dengan orang dekat perlu diberi kesempatan untuk katarsis atau mencurahkan semua penderitaannya. Juga diupayakan  sekaligus membantu pemecahan masalah. Walau dalam banyak kasus kemampuan terapis sangat terbatas. Kadang-kadang masalah yang dihadapi berisfat rahasia sehingga pasien cenderung menutupi masalahnya. Dalam keadaan demikian pembicaraan tentang materi masalah terbatas superficial. Untuk itu perlu didapatkan  teknik konseling yang tepat sehingga pasien lebih terbuka dan masalah atau konflik bisa dipecahkan.

Harus diingat bahwa gejala depresi yang terjadi biasanya disertai dengan adanya gangguan fisik. Gangguan fisik yang terjadi biasanya adalah nyeri sendi, sakit punggung, gangguan pada saluran pencernaan, dan susah tidur atau juga penurunan pada nafsu makan. Gejala ini juga disertai dengan perubahan pada ucapan atau juga pada gerakan yang lebih melambat. Dan kebanyakan orang pergi dari satu dokter ke dokter yang lain untuk bisa mengobati gejala fisik yang dialaminya.

 Gangguan Depresi


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Depresi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!!
=====================================


This entry was posted in Depresi and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *