Penanganan Depresi

Penanganan Depresi  – Depressive discorder merupakan penyakit yang berbaur dengan badan, keadaan jiwa dan pemikiran. Ini mempengaruhi cara seseorang tidur dan makan, cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan cara seseorang berfikir tentang segala sesuatu. Depressive discorder bukanlah tanda dari kelemahan seseorang atau suatu kondisi yang dapat diwariskan atau diharapkan.

Penanganan Depresi

Penanganan Depresi

Gangguan Depresi

Depressive discorder datang dalam bentuk-bentuk yang berbeda, sama seperti penyakit lain, seperti penyakit jantung. Depressive discorder ini memiliki 3 tipe yang paling umum, namun dalam tipe-tipe ini ada variasi-variasi dalam sejumlah gejala-gejala beratnya sakit dan lamanya sakit. Gejala fisik yang ditimbulkan adalah salah satunya sakit kepala dan juga susah tidur.

Tipe yang tidak begitu berbahaya dari depresi adalah dysthymia, terjadi begitu lama, gejala-gejala kronis yang tidak menghilangkan kemampuan, tetapi mencegah seseorang untuk berfungsi dengan baik atau untuk merasa baik (sehat, enak, bahagia). Banyak yang menderita dysthymia juga mengalami beberapa episode depressive dalam kehidupannya.

Tipe lain dari depresi adalah bipolar disorder yang disebut dengan manic depressive disorder yang lain, bipolar disorder membutuhkan jadwal waktu yang ketat dan atau bekerja dengan atasan yang keras dan kurang pengertian, tidak sehat, lingkungan terlalu ramai, terlalu banyak orang atau terlalu panas dalam rumah atau tempat kerja, masalah keuangan seperti hutang dan pengeluaran diluar kemampuan, kurang percaya diri, pemalu, terlalu ambisi dan bercita-cita terlalu tinggi, perasaan negatif seperti rasa bersalah dan tidak tahu cara pemecahannya, frustasi, tidak dapat bergaul, kurang dukungan kawan, membuat keputusan masalah yang bisa merubah jalan hidup atau dipaksa untuk merubah nilai-nilai atau prinsip hidup pribadi dsb. Semua itu adalah potensi yang dapat membuat orang terserang depresi atau stress.

Beberapa keluhan seperti nafsu makan berkurang, sulit tidur, keinginan bunuh diri, pesimis, harga diri turun, konsentrasi dan perhatian menurun, merasa tidak berguna, gangguan pencernaan busa jadi menjadi gejala-gejala depresi. Agar depresi bisa ditanggulangi, depresi harus dideteksi sejak dini. Jika depresinya tergolong ringan, tak perlu langsung menemui tenaga profesional, seperti psikiater.

Penanganan Depresi

Sebagai langkah awal bisa diatasi untuk Penanganan Depresi dengan bantuan nonprofesional. Penanganan Depresi lewat penyaluran yang baik adalah mulai membiasakan untuk mengenali suasana perasaan dan proses pikir. Dengan begitu, anda mulai berani mengutarakan perasaan atau suasana pikiran kepada orang terdekat, seperti suami, keluarga maupun teman. Selain itu sisakan waktu bagi diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Saat itulah hormon-hormon yang keseimbangannya terganggu akibat tekanan atau ketegangan, mengalami pemulihan. Namun, bila depresi belum teratasi, berobat sejak dini lebih dianjurkan.

Depresi pada wanita bisa terjadi sejak usia 25-44  tahun. Depresi adalah penyakit yang mudah diobati. Lebih dari 80 persen orang dengan depresi dapat diterapi dengan sukses melalui obat-obatan, psikoterapi ataupun keduanya. Jika depresi tidak segera diatasi, maka akan timbul masalah yang lebih kompleks biak secara medis, psikologis maupun sosial. Sehingga bisa menghambat pekerjaan dan makin rentan terhadap berbagai penyakit.

Cara Mengatasi Depresi

Cara mengatasi depresi atau penanganan depresi yang bisa Anda lakukan adalah :

  1. Berceritalah dan mintalah orang terdekat Anda mendengarkan
    Sebaiknya Anda jangan menahan emosi atau perasaan tidak nyaman dengan sendiri. Anda bisa bercerita dengan orang yang Anda percaya misalnya adalah dengan sahabat atau anggota keluarga And. Cara ini bisa membantu melepaskan beban emosi yang negatif yang selalu mengganggu pikiran Anda. Jika Anda mengalami suatu masalah saat bercerita atau juga saat berbagi dengan sesama, maka Anda bisa bercerita lewan pesan singkat. Hal ini sangat bermanfaat, karena disaat Anda sedang mengungkapkan perasaan yang sedang mengganggu Anda, dan secara tidak sadar Anda juga tidak sedang mengurai energi yang negatif yang masih ada di dalam tubuh Anda dan dengan perlahan akan membantu membuat diri Anda menjadi lebih baik lagi.
  2. Menerima diri sendiri
    Jika Anda tidak bisa mengatasi depresi dengan sendiri maka cara terbaiknya adalah Anda bisa menerima kekurangan tersebut. Daripada mencoba untuk mengubah pola hidup Anda dengan terpaksa, Anda harus menerima keadaan diri Anda. Mengenai apa yang Anda rasakan dan sebaiknya berkonsentrasi tentang hal-hal yang bisa Anda lakukan. Depresi biasanya akan lenyap namun kita tidak akan bisa memprediksi kapan depresi tersebut bisa terjadi.
  3. Beramal
    salah satu teknik yang membantu penanganan depresi adalah dengan beramal. Anda cukup melakukan amal atau sedekah selama 29 hari. Jadi setiap hari Anda memikirkan mengenai apalagi yang hendak akan Anda amalkan bukan hanya dalam bentuk uang saja namun juga dalam bentuk tenaga. Biasnaya teknik ini sangat ampuh untuk mengatasi masalah depresi yang diakibatkan karena psikosomatis.
    Disaat Anda sedang melakukan teknik ini, maka biasanya konsentrasi Anda akan lebih tercurah pada kebaikan untuk orang lain. Dan hal ini adalah suatu hal yang positif yang bisa Anda ciptakan dan bisa Anda lemparkan untuk orang lainnya. Hal ini akan berakibat energi yang sama biasanya akan terlempar pada Anda selama berpuluh-puluh kali lebih besar dibandingkan dengan apa yang Anda lemparkan. Satu syarat yang harus diingat adalah berikanlah dengan niat untuk membahagiakan si penerima bukan karena kasihan. Dan misalnya seperti kita sedang memberi pengemis karena kasihan jika kita beri uang receh maka energi yang lemah kita akan lepas. Sebaiknya berpikirlah serta berprasangka baik bahwa kita memberi untuk kebaikan dan untuk kebahagiaan si penerima.

Penanganan Depresi


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Depresi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!!
=====================================


This entry was posted in Depresi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>