Cara Mengatasi Depresi Ringan

Cara Mengatasi Depresi Ringan – Depresi merupakan salah satu masalah psikologis yang disebabkan karena banyak hal. Misalnya adalah karena kesehatan yang tak kunjung membaik atau menderita penyakit parah, kehilangan orang yang dicintai, atau kehilangan harga diri. Mereka yang mengalami masalah psikologis depresi atau stress biasanya akan merasa putus asa yang terlalu dalam. Dan ia merasa dirinya tidak berguna. Gejala yang ditunjukkan dari masalah depresi ini adalah insomnia, selera makan yang kurang, lelah dan tidak bertenaga, agitasi, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah yang mendalam, selalu berpikir tentang kematian.

Cara Mengatasi Depresi Ringan

Cara Mengatasi Depresi Ringan

Depresi

Depresi sendiri dibagi menjadi dua yakni, depresi akut dan depresi ringan. Depresi akut adalah depresi yang terjadi dengan gejala si penderita menjauh dari keramaian dan benar-benar tidak ada aktivitas apapun. Sedangkan depresi ringan biasanya pasien hanya merasa bersalah yang mendalam, putus asa dan beberapa gejala lainnya.

Untuk mengetahui bahwa Anda mengalami depresi adalah dengan melihat beberapa gejala dibawah ini :

  1. Kemungkinan hampir sepanjang hari Anda merasa depresi dan paling utama terjadi di pagi hari.
  2. Setiap harinya Anda merasa kelelahan dan juga hilangnya energi
  3. Anda merasa bersalah dan merasa tidak berharga lagi
  4. Mengalami gangguan pada konsentrasi atau menjadi ragu
  5. Setiap harinya Anda mengalami susah tidur atau insomnia dan juga hipersomnia atau tidur yang berlebihan.
  6. Hampir setiap hari Anda juga merasakan kehilangan minat atau juga kesenangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
  7. Berulang kali memikirkan mengenai kematian atau juga bunuh diri. Dan biasanya orang yang mengalami depresi tidak akan takut kematian
  8. Rasa gelisah yang menghampiri
  9. Terjadinya penurunan atau juga kenaikan pada berat badan yang terjadi dengan signifikan.

 Gejala Depresi

Selain itu salah satu tanda atau gejala dari depresi adalah suasana hati yang sedih atau juga merasa kehilangan minat dalam melakukan apa yang Anda sukai. Dalam mendiagnosis depresi, maka tanda-tanda tersebut harus ada disepanjang hari atau juga terjadi setiap hari paling tidak 2 minggu. Dan selain itu jugak gejala dari depesi yang bisa menyebabkan perasaan seseorang menjadi tertekan yang lebih mendalam atau juga mengalami ganguan klinis dengan lebih signifikan lagi. Namun, hari diperhatikan dan diamati bahwa gangguan klinis ini bukan terjadi akibat langsung dari efek zat tertentu misalnya adalah karena penggunaan obat-obatan saat sedang melakukan pengobatan serta bukan karena obat-obatan narkotika serta bukan karena kondisi medis misalnya adalah akibat hipotiroid. Terakhir adalah gejala dari depresi terjadi dalam 2 bulan akibat merasa kehilangan orang yang dicintai dan hal ini bukan dianggap sebagai depresi klinis.

Jika seseorang mengalami depresi, maka mereka beresiko besar mengalami beberapa penyakit seperti dibawah ini :

  1. Kecemasan
  2. Gangguan obsesif kimpulsif
  3. Gangguan kepanikan
  4. Fobia
  5. Gangguan pada makan

Jika Anda atau juga orang yang Anda sayangi mempunyai masalah depresi atau juga gangguan jiwa yang lain seperti stress, maka sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter. Saat ini sudah banyak perawatan depresi yang tersedia dalam membantu mengatasi depresi.

Penyebab Depresi

Penyebab utama dari depresi adalah kurangnya berpikiran positif. Disaat seseorang sedang mengalami depresi, maka biasanya mereka akan merasa bahwa sesuatu hal yang buruk akan segera terjadi. Dan hal ini biasanya akan terjadi berulang kali. Orang tersebut biasanya akan melihat kemungkinan terjadinya hal buruk pada sesuatu dan dalam keadaan sadar atau juga dalam keadaan tidak sadar. Selain itu, mereka selalu fokus pada masalah dan juga mengabaikan keberhasilan yang dicapainya. Untuk mereka yang beroikiran negatif dan mempunyai peluang besar mengalami depresi, maka segala hal yang terjadi adalah salah satu bentuk dari cerminan permasalahan dan suatu bentuk kemunduran.

Selain itu penyebab dari depresi adalah karena kurangnya rasa kepercayaan diri. Orang-orang yang mengalami depresi biasanya tidak mempunyai rasa percaya diri dan biasanya mereka selalu menganggap semuanya terjadi akibat dari kegagalan yang dilakukannya. Bahkan juga kesalahan yang terjadi sekecil apapun mereka anggap sebagai salah satu masalah yang besar dan hal ini akan membuat pikiran mereka terkuras lebih jauh.

Cara Mengatasi Depresi

Cara mengatasi depresi ringan dilakukan dengan olahraga yang dilakukan secara rutin. Hal ini efektif bisa membantu untuk mengatasi masalah depresi ringan. Sekitar lebih dari 60% dokter di Inggris meyakinkan bahwa orang yang melakukan olahraga dibawah pengawasan akan mampu mengatasi masalah depresi pada tingkat ringan dan jga pada tingkat sedang.

Depresi ringan merupakan salah satu masalah yang kompleks. Olahraga yang dianjurkan dan disarankan oleh dokter merupakan salah satu cara mengatasi depresi ringan. Cara mengatasi depresi ringan juga bisa dimulai dengan mengubah pola makan Anda. Pola makan yang harusnya Anda terapkan adalah makanan yang mengandung kandungan bergizi untuk tubuh. Makanan yang bisa membantu untuk mengatasi depresi adalah selenium. Seseorang yang kurang mengonsumsi selenium bisa mengalami kecemasan yang berlebihan dan juga depresi. Oleh sebab itu, dengan mengonsumsi kacang-kacanga, ikan tuna, gandum, atauu juga beras.

Makanan yang mengandung magnesium tinggi bisa juga membantu cara mengatasi depresi ringan misalnya seperti cokelat, biji labu, biji buang matahari, kerang dan juga buah alpukat bisa membantu untuk mengatasi masalah depresi. Cara kerjanya adalah lewat ketegangan otot yang mengalami pengurangan.

Cara Mengatasi Depresi Ringan

 

http://depresi.net/cara-mengatasi-depresi-ringan/

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Depresi Pada Wanita Menopause

Depresi Pada Wanita Menopause – Menopause adalah prose salami berhentinya secara fisiologissiklus menstruasi yang beriktan dengan tindak lanjut usia perempuan. Menopause merupakan sebuah prose salami yang tidak mungkin dapat dicegah. Meski demikian, banyak perempuan yang panic dan stress menghadapinya dan dini biasanya disebut dengan depresi pada wanita menopause. Menopause yang rata terjadi pada wanita antara usia 40-50 tahun ini akan mengalami beberapa perubahan biologis yang secara khusus meliput penurunan fungsi ovarium yang membuat prolduksi hormone seks berkurang secara signifikan. Menopause sendiri terjadi karena adanya pengurangan hormone estrogen. Sehingga menimbulkan keluhan seperti mudah berkeringat, gelisah, ketakutan, pusing, jantung berdebar-debar, sakit pada otot, badan terasa nyeri dan mudah lelah. Selain itu menopause juga menyebabkan vagina kering dan libido turun. Sehingga wanita tidak ingin melakukan hubungan seksual karena vagina yang kering membuatnya kesakitan.

Depresi Pada Wanita Menopause

Depresi Pada Wanita Menopause

Depresi Menopause

Menopause juga dapat disertai oleh keluhan secara fisik maupun psikologis. Gejala fisik terdiri dari kulit menipis, kering keriput, kuku sering rusak, selaput mata kering, sariawan, gusi berdarah, rambut menipis, rontok, gairah seksual menurun, infeksi saluran kencing dan tidak dapat menahan buang air kecil. Sedangkan gejala dari depresi pada wanita menopause adalah cemas, gelisah, mudah marah, mudah terisnggung,merasa hama, sedih, tertekan, merasa bersalah dan sulit tidur, dan terkadang ingin mengakhiri hidupnya.  Perempuan yang mengalami  gejala-gejala ini dapat menimbulkan stress. Mereka akan mengalami penurunan kualitas hidup dan rasa percaya diri. Sementara jangka panjang yang dirasa adalah hilangnya kepadatan tulang yang berkelanjutan (osteoporosis). Penyakit jantung koroner, kanker usus, dan hipertensi.

Bagi sebagian wanita, depresi pada wanita menopause gangguan emosional yang dialami sputar menopause dapat timbul karena waktu tidurnya terganggu oleh keringat malam. Orang yang lelah seringkali mudah marah dan cemas. Depresi berat meski jarang terjadi dapat menyertai selama masa-masa menopause. Melakukan yoga relaksasi maupun meditasi mungkin bisa dipilih untuk meningkatkan ketenangan serta melawan kecemasan dan ketegangan. Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami empat dari gejala seperti pola makan ekstrem, makan berlebihan atau anfsu makan hilang. Pola tidur tidak wajar. Seperti tidur terus menerus atauu imsomnia. Merasa sangat lelah atauu tidak dapat rileks. Tidak mampu menikmati aktivitas yang duku menyenangkan termasuk kehilangan gairah seksual. Kelelahan berat atau kehilangan energi. Merasa tidak berharga dan menyalahkan diri sendiri. Sulit berkonsultasi, mengingat dan mengambil keputusan. Berpikir tentang kematian, bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.

Untuk mencegah dampak negative menopause, perlu terapi yang tepat. Terapi tepat ini digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause sehingga setiap perempuan yang memasuki masa menopause tetap nyaman dan menikmati kehidupannya pada masa tersebut. Terapi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tambahan hormone estrogen. Pemberian hormone tersebut terbukti dapat menurunkan angka kejadian jantung koroner, mencegah patah tulang dan kanker usus.

Untuk menopause wanita yang sedang mengalami pra menopause, maka biasanya tidak semua wanita mengalami gangguan seperti mood swing. Dan jika mereka mengalami hal ini maka biasanya tidak akan merusak kualitas hidup mereka. Bahkan untuk sebagian besar wanita pra menopause biasanya akan merasa lebih lega dan bebas. Mereka merasa lebih bebas dan juga lega dari kekhawatiran akan kehamilan. Mereka bisa menikmati hubungan seksual yang lebih bebas lagi dengan pasangannya. Walaupun tidak berani di masa pra menopause wanita sudah tidak subur lagi. Dan di sisi lainnya adalah menopause berarti juga berakhirnya PMS yang menyerang semua wanita pada usia yang produktif. Hal lainnya adalah bahwa wanita pra menopause nantinya tidak akan mengalami siklus haid lagi.

Cara Mengatasi Depresi Menopause

Cara mengatasi depresi pada wanita menopause adalah dengan memikirkan hal-hal yang positif. Daripada Anda memikirkan hal-hal yang negatif. Misalnya Anda mensyukuri semua masalah yang sudah Anda lewati. Kemudian sebaiknya hindarilah melabelkan pra menopause sebagai salah satu hal yang sangat menyeramkan. Dan untuk gantinya, sebaiknya Anda tanyakan apa saja yang sudah Anda perileh dan juga apa saja yang Anda inginkan di hari selanjutnya. Cara lainnya adalah cobalah bercerita dengan kawan atau sahabat Anda dengan pengalaman yang sama yang dilewatinya sehingga Anda akan tahu bahwa Anda tidak sendirian. Dengan meluangkan waktu bersama dengan sahabat Anda, mengobrol, atau juga melakukan traveling bersama biasanya akan membuat suasana hati Anda menjadi lebih baik lagi.

Seain itu, mengatasi depresi yang terjadi pada wanita menopause adalah dengan menyeimbangkan asupan makanan dan juga melakukan olahraga secara teratur. Namun, jika Anda sudah melakukan hal ini namun Anda masih mengalami stres atau depresi yang tinggi maka percuma saja. Cobalah untuk melakukan aktivitas atau suatu kegiatan yang bisa mendukung munculnya keseimbangan antara pikiran dan tubuh misalnya Anda bisa melakukan tai chi, yoga, berkebun, melakukan travelling, atau juga melakukan hal lainnya yang bisa membuat pikiran Anda lebih santai. Dan Anda bisa juga bergabung dengan komuniast sosial atau juga bergabung dengan komunitas keagamaan yang akan memberikan pencerahan pada batin Anda.

Melakukan konsultasi dengan ahli adalah salah satu hal yang bisa dilakukan. Jika gangguan menopause masih Anda rasakan Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli herbalis dan ahli naturopati.

Depresi Pada Wanita Menopause

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Depresi Pada Anak

Depresi Pada AnakDepresi berbeda dengan penyakit fisik, sulit dideteksi. Terkadang orangtua tidak menyadari anaknya mengalami depresi ayai stres. Bagaimana depresi pada anak ?

 Depresi Pada Anak

Anak memiliki faktor ketergantungan yang besar terhadap lingkungan luar, terutama dari ibunya. Anak membutukan kasih sayang yang tdak hanya diucapkan dengan perkataan namun juga melalu sentuhan kasih dan komunikasi. Jika kasih sayang itu tidak ada, akan menimbulkan depresi pada si anak.

Depresi Pada Anak

Depresi Pada Anak

Menurut Dr. Gitayanti Hadiukusuma, Sp.KJ (K) Psikiater anak Departemen Psikiatri FKUI-RSCM , saat seorang anak berusia 4 bulan sudah dapat terkena depersi. Anak yang mengalami depresi ini disebut dengan depresi matternal, yakni anak yang kehilangan sang ibu baik secara fisik maupun emosional.

Bila anak mengalami depresi, gejala Depresi Pada Anak dapat dilihat secara kasat mata. Biasanya anak berbicara monoton, cenderung datar, dan kehilangan minat terhadap sesuatu. Anak tak lagi tertaik bermain dan lebih suka memilih untuk menyediri. Meski begitu, ada juga anak yang menunjukkan gejala anak hiperaktif, bandel luar biasa dan sikap yang tidak biasanya sebagai tanda bahwa ia mengalami depresi. Anak yang mengalami depresi akan berakibat fatal terhadap tumbuh kembangnya anak cenderung mengalami gagal tumbuh. Pada bayi lebih berbahaya, karena dapat menyebabkan keterlambatan fungsi motorik.

Depresi pada anak dan bayi ditandai dengan beberapa fase. Fase pertama adalah fase protes dimana anak atau bayi akan selalu menangsi dan uring-uringan. Fase kedua adalah disapears atau putus asa yang menjadi awal mula depresi yang sesungguhnya. Anak mulai tidak mau makan, perkembangan anak terlambat dan gagal tumbuh bahkan kemungkinan terburuk adalah meninggal. Fase ketiga detouch, dimana anak sudah tidak mengharapkan dan tidak mau lagi mengenali sosok figur orangtua.

Penyebab Depresi Pada Anak

Penyebab depresi anak sebagian besar karena faktor lingkungan dan sedikit sekali yang disebabkan oleh faktor genetik. Anak-anak yang dilanda depresi memiliki pandangan buruk memiliki pandangan buruk mengenai diri sendiri dan dunianya. Anak merasa bahwa orangtuanya tak sayang lagi. Dalam ingatannya, anak masih menyimpan kejadian dan perlakuan masa lalu dari orangtuanya. Anak mengalami sakit hati yang membekas dan terkadnag dibesar-besarkan. Awalnya, anak akan menyalahka orang lain, namun lama-kelamaan akan menyalahkan dirinya sendiri secara berlebihan. Merasa buruk, tidak layak dicintai, dan layak dijauhi, itulah persepsi anak yang terkena depresi.

Cara Mengatasi Depresi Pada Anak

Cara mengatasi depresi pada anak adalah :

  1. Melakukan pendekatan dan berikan kasih sayang
    Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala depresi, maka sebaiknya berikanlah kasih sayang yang sangat besar pada anak. Dalam keadaan yang kritis ini maka anak biasanya membutuhkan dukungan emosional dalam bentuk sentuhan dan juga dalam bentuk pelukan. Dukungan dalam bentuk emosional bisa membantu menurunkan dan meringankan beban yang dirasakannya, karena anak akan merasa tidak sendiri.
  2. Buat anak menjadi aman dan nyaman
    Untuk membantu menurunkan dan mengurangi kecemasan yang dialami, biasanya anak membutuhkan suasana hati yang membantu membuatnya lebih tenang dan lebih nyaman. Jika perlu ajaklah anak Anda ke tempat yang menyenangkan dan juga ketempat yang bisa membantu membuat gairah hidup mereka lebih meningkat lagi.
  3. Membantu anak memahami masalah yang dialaminya
    Jika anak sudah mau mulai menceritakan masalah yang dialaminya, hal ini berarti bahwa ada suatu sinyal yang baik. Sudah ada suatu keinginan yang muncul di dalam hati anak untuk bisa mengatasi masalah yang dialaminya. Namun, jika anak masih saja bungkam dan tidak mau bercerita maka kita bisa membantu mengetuk hatinya dan juga memberikan dukungan dalam bentuk emosional dengan cara memeluk anak. Dan selanjutnya, ajaklah anak Anda untuk melakukan relaksasi. Fungsi dari relaksasi ini adalah membantu mengikis habis semua beban yang sedang mengganjal di dalam hati mereka.
  4. Meyakinkan anak dengan kemampuan diri yang dimilikinya
    Jika anak sudah bisa menerima kenyataan yang dialaminya dengan lebih ikhlas, maka selanjutnya anak harus diajak untuk membantu mengembangkan aktivitas lain. Khususnya adalah dalam melakukan aktivitas yang bisa membantu mengatasi permasalahan yang sudah membuatnya menjadi terganggu. Hal ini sangat penting sekali dalam mencegah anak kembali merasakan depresi.
  5. Kembalikan lagi semangat hidup anak
    Agar anak tidak merasakan gantung dengan suasana hati yang dialaminya, maka anak sangat perlu dilatih dalam mengembangkan pikiran positif. Selain itu, anak juga harus melatih diri mereka sendiri untuk menghadapi keadaan yang membuat mereka tertekan atau juga masalah dengan lebih rasional sehingga dengan melakukan latihan ini akan membantu membuat anak lebih siap dalam menghadapi keadaan yang menekan atau juga dengan persoalan yang lebih fokus ke inti masalah dan berusaha dalam menemukan solusinya.
  6. Mengembangkan rasa percaya diri anak
    Cara mengatasi depresi pada anak selanjutnya adalah dengan membangun atau mengembangkan pengertian anak bahwa masalah bukan suatu beban yang harus dihindari dan ditakuti. Ajari anak agar tidak memandang rendah kemampuan yang dimilikinya sendiri. Dan seburuk atau juga sesulit apapun keadaan yang dialaminya, anak baisanya masih punya kekuatan atau juga kemampuan dalam mengatasi dan menyelesaikannya. Sebaiknya tanamankan dari dini mengenai anak akan bisa menyelesaikan semua bentuk hambatan yang dialami. Hal ini karena setiap masalah pasti ada jalan keluar untuk menyelesaikannya.

Depresi Pada Anak

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gangguan Depresi

Gangguan Depresi

Gangguan Depresi

Gangguan depresi yang ditangani dapat sembuh dengan sendirinya pada k.l. 80% dari kasus setelah rata-rata 6-12 bulan, tetapi dengan resiko kambuh dengan cepat dan menjadi kronisnya penyakit. Kesulitan di sini pun sama dengan suasana pada schizophrenia, yaitu seringkali tidak adanya keinsafan sakit pada pasie. Dengan penanganan psikoterapi dan antidepresiva progress penyakit agak membaik, separuh dari penderita sembuh dalam 3-4 bulan. Adalah penting untuk jangan membebankan diri  terlalu berat, mempertahnkan struktur aktivitas setiap hari dengan kontak social dan gerak badan secukupnya, bahkan kalau bisa tetap melakukan pekerjaan rutin.

Gangguan Depresi

Depresi merupakan masalah umum yang dialami oleh banyak orang tak mengenal usia, kelas sosial-ekonomi, jabatan, harta dan martabat seseorang. Wanita cenderung lebih sering mengalami depresi dibanding pria, karena wanita memiliki tingkat emosional lebih tinggi dan perasaan yang sangat sensitif terhadap suatu hal. Tetapi pria yang mengalami depresi cenderung memilih untuk bunuh diri.

Di Jepang, menurut mitos yang beredar jika seseorang mengalami kegagalan kemudian timbul depresi lebih memilih untuk bunuh diri dengan alasan malu. Di Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara adidaya, sekitar 17 % dari total penduduk Amerika, pernah mengalami depresi dengan jumlah penderita saat ini lebih dari 19 juta orang.

Depresi dapat disebabkan oleh berbagi hal seperti peristiwa besar dalam hidup, misalnya menderita penyakit berat, kematian salah satu anggota keluarga, efek menggunakan narkoba, kehilangan pekerjaan.

Gejala Depresi

Menurut beberapa penelitian yang salah satunya dilakukan oleh Institut Kesehatan Jiwa Amerika Serikat (NIMH), gejala dan tanda umum depresi adalah sebagai berikut :

1. Rasa sedih, cemas atau hampa yang terus-menerus
2. Rasa putus asa dan pesimis
3. Rasa bersalah, merasa tidak berharga, dan tidak berdaya
4. Kehilangan minat atau kesenangan atas hobi atau aktivitas yang sebelumnya disukai, termasuk seks
5. Energi lemah, kelelahan, menjadi lamban
6. Sulit berkonsentrasi, mengingat, memutuskan
7. Susah tidur (insomnia) atau tidur berlebihan (hipersomnia)
8. Sulit makan atau rakus makan (menjadi kurus atau kegemukan)
9. Tidak tenang dan gampang tersinggung
10. Gejala penyakit fisik yang tidak hilang dengan pengobatan seperti sakit kepala, masalah pencernaan (susah buang air besar, penyakit diare, dll) dan nyeri kronis.
11. Berpikir ingin mati atau bunuh diri
12. Terkadang, merasa berat di tangan dan kaki

Bila Anda mengalami beberapa gejala di atas yang sudah mengganggu hidup Anda, konsultasikan dengan dokter. Dia mungkin dapat mencari tahu apakah Anda sudah terkena depresi dan memberikan solusi untuk penanganannya.

Obat Depresi

Pilihan obat pada gangguan depresi umumnya ATC (Anti depresiva TriCyclis) sebaiknya digunakan bila terdapat gejala ekstrapiramidal atau jika serentak minum obat antipsikotika atau NSAIDs. Obat-obat generasi ke-2 (SSRIs) sebaiknya diberikan bila ada keluhan jantung (setelah infark, jantung lemah, aritmia), sukar buang air besar dan glaucoma.  Gangguan depresi hebat selalu harus ditangani dengan dukungan social dan psikoterapi, bersama antidepresiva terutama yang bersifat keturunan dan yang menunjukkan gejala vital. Tujuan psikoterapi adalah merubah pikiran dan sikap negative dari pasien dengan pandangan yang lebih realistis mengenai dirinya sendiri dan dunia luar. Tertama terapi perlakuan cognitive ternyata efektif, yaitu suatu bentuk penanganan psikologis, pada mana pasien dipelajari menemukan pola-pola negative dari cognisi dan merubahnya. Juga menganalisa pikiran-pikiran negative yang dari sudut psikologis  merupakan inti dari depresi, seperti misalnya keluhan ;saya memang orang yang selalu gagal’ atau ‘segala sesuatu yang saya berbuat senantiasa salah’ dan ‘semua orang benci kepada saya’. Kalau sudah dipastikan dengan jelas bahwa penanganan dengan hanya antidepresiva adalah kurang efektif dari pada penaganan yang sama dalam kombinasi  dengan psikoterapi.

Bila gangguan depresi disertai rasa takut atau kegelisahan, sering kali ditambahkan suatu benzodiazepine untuk k.l 4 minggu. Setelah waktu itu, kerja anxiolitis dari obat antidepresi sudah menjadi nyata dan tranuilizer tidak diperlukan lagi. Bila ATC dan SSRIs kurang memberikan hasil, maka dapat ditambahkan litium  atau diganti seluruhnya dengan molobemida.

Terapi gangguan depresi dilakukan dengan counseling supportive yakni menemukan hal-hal yang positif dalam diri pasien. Semua penderita depresi selalu lebih melihat jal negative falam pribadinya dan menyalahkan diri. Ini perlu diubah supaya menilai diri lebih rasional. Dengan penilaian yang lebih rasional, maka tekanan kepada jiwa serta ketegtangannya akan berkurang sekaligus perasaan terhadap diri lebih senang.  Penderita depresi yang disebabkan trauma psikis yang berat misalnya kehilangan orang yang dicintai, rugi atau terttipu dalam perusahaan atau konflik berat dengan orang dekat perlu diberi kesempatan untuk katarsis atau mencurahkan semua penderitaannya. Juga diupayakan  sekaligus membantu pemecahan masalah. Walau dalam banyak kasus kemampuan terapis sangat terbatas. Kadang-kadang masalah yang dihadapi berisfat rahasia sehingga pasien cenderung menutupi masalahnya. Dalam keadaan demikian pembicaraan tentang materi masalah terbatas superficial. Untuk itu perlu didapatkan  teknik konseling yang tepat sehingga pasien lebih terbuka dan masalah atau konflik bisa dipecahkan.

Harus diingat bahwa gejala depresi yang terjadi biasanya disertai dengan adanya gangguan fisik. Gangguan fisik yang terjadi biasanya adalah nyeri sendi, sakit punggung, gangguan pada saluran pencernaan, dan susah tidur atau juga penurunan pada nafsu makan. Gejala ini juga disertai dengan perubahan pada ucapan atau juga pada gerakan yang lebih melambat. Dan kebanyakan orang pergi dari satu dokter ke dokter yang lain untuk bisa mengobati gejala fisik yang dialaminya.

 Gangguan Depresi

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Depresi

Masalah Depresi – Pada suatu saat, hampir semua orang mengalami beberapa bentuk depresi. Dalam kenyataan. Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang tersebar luas. Masalah depresi merupakan masalah social dan pribadi yang signifikan. Bila Anda tertekan,  Anda merasa lelah, kecil hati, sedih dan tanoa harapan-seolah-olah Anda terjebak dalam waktu. Mungkin Anda mengalami kekecewaan, luka emosional, apatis, dan mengalami masalah dengan tidur dan makan. Ada dua klasifikasi dari masalah depresi klinis biologis (mengakar dalam kimia tubuh dan membutuhkan pengobatan) dan psikologis (berdasar pada faktor-faktor emosional). Gejala-gejalanya  sedikit berbeda. Depresi merupakan suatu kekacauan emosional yang serius.

Masalah Depresi

Masalah Depresi

Depresi

Depresi merupakan salah satu penderitaan yang sangat besar yang setiap manusia mengalaminya, depresi merupakan bagian dari stress berat yang tidak mampu lagi ditahan.

Menurut Rice P.L (1992), beliau mengungkapkan bahwa depresi adalah bagian dari perubahan mood atau perasaan seseorang yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama akibat dari stress berat.

Orang yang mengalami depresi umumnya akan merasa kehilangan kebahagiaan, kehilangan selera makan, kondisi tubuh yang semakin menurun hingga menyebabkan mudahnya penyakit masuk ke dalam tubuh.

Ada banyak hal yang membuat seseorang mudah mengalami depresi yang umumnya disebabkan dan timbul dari diri sendiri. Berikut bebeapa faktor penyebab yang menimbulkan depresi, antara lain :

1. Kepribadian yang mudah rapuh

Setiap manusia pastinya mengalami depresi, stres berat yang tidak tertahankan, namun sulit diluapkan. Depresi yang timbul dari diri sendiri yang dialami seseorang juga dapat membuat pribadi diri itu sendiri menjadi mudah rapuh dan tak sedikit orang mengalami perubahan secara psikologis, seperti sering melamun, menjadi pribadi yang pendiam, mudah marah, tempramental dll.

2. Kemarahan yang tertahan dalam hati

Setiap manusia memiliki sifat marah, namun tak semua orang mudah meluapkan rasa marah, emosi. Umumnya wanita sering menyimpan rasa marah dalam hatinya, sehingga kemarahan yang tertahan justru menjadi bumerang baginya yang membuat dirinya mudah stress dan depresi.

3. Pola berfikir negatif yang selalu berkembang

Orang yang mudah mengalami rasa stress dan depresi, biasanya akan muncul pola berfikir negatif tentang suatu hal yang sedang dihadapi. Sehingga timbul perasaan bahwa hidupnya tidak merasa lebih baik atau tidak mengalami perubahan yang kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

4. Faktor medis karena suatu penyakit

Depresi juga dapat timbul karena beberapa latar belakang yang disebabkan oleh faktor medis, misalnya mengidap suatu penyakit berat yang tak kunjung sembuh misalnya adalah penyakit diabetes atau jenis penyakit kronis lainnya. Depersi juga tibul karena beberapa jenis pengobatan yang mengakibatkan kelainan pada perubahan sistem neurotransmitter, monoamine terutama serotonin, adrenalin, dan dopamin yang berhubungan dengan munculya stress.

Pikiran-pikiran bunuh diri, dan bahkan pecobaan-percobaan bukan hal yang tidak umum dengan masalah depresi. Perubahan-perubahan emosi dan tingkah laku yang terjadi sering disertai dengan keyakinan orang yang tertekan bahwa ia tidak mampu dan tanpa dinilai, bahwa dunia berbahaya, dan oleh sebab itu hidup adalah tanpa harapan. Pola pikiran ini mengarah pada beberapa orang yang tertekan untuk  mempertimbangkan bunuh diri.

depres-ts-dalam

Perasaan-perasaan yang menyertai depresi mungkin  memenjarakan Anda dari mencari bantuan yang Anda butuhkan. Mungkin Anda merasa malu dan takut ditolak. Bila masalah depresi berlanjut untuk sementara waktu, mingkin Anda malu atau gelisah dan mencoba untuk menjaga orang lain menyadari bahwa Anda tertekan. Secara tidak menguntungkan, ini dapat menunda tindakan yang diperlukan untuk penyembuhan.  Gejala yang paling umum  dari depresu adalah ketidakmampuan membebaskan dari kegelisahan dan suasana-suasan yang tertekan, mungkin Anda merasa seduh, menangis atau Anda tiak mampu menangis. Mungkin Anda berpikir “saya tidak bahagia dan selali merasa muram.”

Masalah depresi mempunyai sejumlah gejala yang berdampak pada tindakan-tindakan , perasaan-perasaan, pikiran-pikiran, dan proses tubuh.  Gejala-gejala fisik cederung untuk menyertai depresi biologis waktu menjawab lebih lambat, perub ahan nafsu makan atau berat badan, maqsalah-masalah tidur, kehilangan ketertarikan atau kesenangan dalam aktivitas-aktivitas biasa (termasuk seks).

Gejala Depresi

Gejala-gejala yang umumnya dikaitkan dengan depresi psikologis termasuk perasaan-perasaan putus asa, kurang percaya diri, dan layak diri, pemikiran negative, distorsi-distorsi kognitif, memandang dan memjusatkan perhatian pada hal-hal yang negative, kebimbangan pikiran-pikiran bunuh diri. Hal yang umum bila merasa sedih , apatis, khawatir dan seringkali merasa salah. Proses pikiran itu didominasi  oleh pandanga negative pada diri sendiri, dunia dan orang lain.

Beberapa gejala mungkin menyertai dua tipe depresi : konsentrasi yang buruk dan ingatan yang burik (pelupa),  hipokandria, penyalahgunaan obat/alkohol; kepekaan emosi yang berlebihan, dan suasana hati yang cepat berubah.  Bila Anda merasa tertekan atau gelisah, Anda cenderung untuk berpikir tentang diri sendiri dan hidup Anda secara negative, pesimis. Pola-pola pikiran Anda yang negative, sesungguhnnya mempengaruhi Anda merasa lebih tertekan dan lebih gelisah. Memikirkan masalah-masalah dengqan cara ini agaknya menambah depresi. Keyakinan-keyakinan dan pikiran-pikiran Anda merupakan pengaruh  yang sangat kuat dalam menciptakan dan menentukan perasaan-perasaan Anda. Anda dapat mulai mengurangi depresi dan mengalami perasaan-perasaan yang lebih besar akan harga diri jika Anda mengubah pikiran Anda pada pola yang lebih positif dan  realistis.

Itulah Informasi mengenai depresi dan cara mengatasi depresi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Masalah Depresi

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Depresi

Penanganan Depresi  – Depressive discorder merupakan penyakit yang berbaur dengan badan, keadaan jiwa dan pemikiran. Ini mempengaruhi cara seseorang tidur dan makan, cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dan cara seseorang berfikir tentang segala sesuatu. Depressive discorder bukanlah tanda dari kelemahan seseorang atau suatu kondisi yang dapat diwariskan atau diharapkan.

Penanganan Depresi

Penanganan Depresi

Gangguan Depresi

Depressive discorder datang dalam bentuk-bentuk yang berbeda, sama seperti penyakit lain, seperti penyakit jantung. Depressive discorder ini memiliki 3 tipe yang paling umum, namun dalam tipe-tipe ini ada variasi-variasi dalam sejumlah gejala-gejala beratnya sakit dan lamanya sakit. Gejala fisik yang ditimbulkan adalah salah satunya sakit kepala dan juga susah tidur.

Tipe yang tidak begitu berbahaya dari depresi adalah dysthymia, terjadi begitu lama, gejala-gejala kronis yang tidak menghilangkan kemampuan, tetapi mencegah seseorang untuk berfungsi dengan baik atau untuk merasa baik (sehat, enak, bahagia). Banyak yang menderita dysthymia juga mengalami beberapa episode depressive dalam kehidupannya.

Tipe lain dari depresi adalah bipolar disorder yang disebut dengan manic depressive disorder yang lain, bipolar disorder membutuhkan jadwal waktu yang ketat dan atau bekerja dengan atasan yang keras dan kurang pengertian, tidak sehat, lingkungan terlalu ramai, terlalu banyak orang atau terlalu panas dalam rumah atau tempat kerja, masalah keuangan seperti hutang dan pengeluaran diluar kemampuan, kurang percaya diri, pemalu, terlalu ambisi dan bercita-cita terlalu tinggi, perasaan negatif seperti rasa bersalah dan tidak tahu cara pemecahannya, frustasi, tidak dapat bergaul, kurang dukungan kawan, membuat keputusan masalah yang bisa merubah jalan hidup atau dipaksa untuk merubah nilai-nilai atau prinsip hidup pribadi dsb. Semua itu adalah potensi yang dapat membuat orang terserang depresi atau stress.

Beberapa keluhan seperti nafsu makan berkurang, sulit tidur, keinginan bunuh diri, pesimis, harga diri turun, konsentrasi dan perhatian menurun, merasa tidak berguna, gangguan pencernaan busa jadi menjadi gejala-gejala depresi. Agar depresi bisa ditanggulangi, depresi harus dideteksi sejak dini. Jika depresinya tergolong ringan, tak perlu langsung menemui tenaga profesional, seperti psikiater.

Penanganan Depresi

Sebagai langkah awal bisa diatasi untuk Penanganan Depresi dengan bantuan nonprofesional. Penanganan Depresi lewat penyaluran yang baik adalah mulai membiasakan untuk mengenali suasana perasaan dan proses pikir. Dengan begitu, anda mulai berani mengutarakan perasaan atau suasana pikiran kepada orang terdekat, seperti suami, keluarga maupun teman. Selain itu sisakan waktu bagi diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Saat itulah hormon-hormon yang keseimbangannya terganggu akibat tekanan atau ketegangan, mengalami pemulihan. Namun, bila depresi belum teratasi, berobat sejak dini lebih dianjurkan.

Depresi pada wanita bisa terjadi sejak usia 25-44  tahun. Depresi adalah penyakit yang mudah diobati. Lebih dari 80 persen orang dengan depresi dapat diterapi dengan sukses melalui obat-obatan, psikoterapi ataupun keduanya. Jika depresi tidak segera diatasi, maka akan timbul masalah yang lebih kompleks biak secara medis, psikologis maupun sosial. Sehingga bisa menghambat pekerjaan dan makin rentan terhadap berbagai penyakit.

Cara Mengatasi Depresi

Cara mengatasi depresi atau penanganan depresi yang bisa Anda lakukan adalah :

  1. Berceritalah dan mintalah orang terdekat Anda mendengarkan
    Sebaiknya Anda jangan menahan emosi atau perasaan tidak nyaman dengan sendiri. Anda bisa bercerita dengan orang yang Anda percaya misalnya adalah dengan sahabat atau anggota keluarga And. Cara ini bisa membantu melepaskan beban emosi yang negatif yang selalu mengganggu pikiran Anda. Jika Anda mengalami suatu masalah saat bercerita atau juga saat berbagi dengan sesama, maka Anda bisa bercerita lewan pesan singkat. Hal ini sangat bermanfaat, karena disaat Anda sedang mengungkapkan perasaan yang sedang mengganggu Anda, dan secara tidak sadar Anda juga tidak sedang mengurai energi yang negatif yang masih ada di dalam tubuh Anda dan dengan perlahan akan membantu membuat diri Anda menjadi lebih baik lagi.
  2. Menerima diri sendiri
    Jika Anda tidak bisa mengatasi depresi dengan sendiri maka cara terbaiknya adalah Anda bisa menerima kekurangan tersebut. Daripada mencoba untuk mengubah pola hidup Anda dengan terpaksa, Anda harus menerima keadaan diri Anda. Mengenai apa yang Anda rasakan dan sebaiknya berkonsentrasi tentang hal-hal yang bisa Anda lakukan. Depresi biasanya akan lenyap namun kita tidak akan bisa memprediksi kapan depresi tersebut bisa terjadi.
  3. Beramal
    salah satu teknik yang membantu penanganan depresi adalah dengan beramal. Anda cukup melakukan amal atau sedekah selama 29 hari. Jadi setiap hari Anda memikirkan mengenai apalagi yang hendak akan Anda amalkan bukan hanya dalam bentuk uang saja namun juga dalam bentuk tenaga. Biasnaya teknik ini sangat ampuh untuk mengatasi masalah depresi yang diakibatkan karena psikosomatis.
    Disaat Anda sedang melakukan teknik ini, maka biasanya konsentrasi Anda akan lebih tercurah pada kebaikan untuk orang lain. Dan hal ini adalah suatu hal yang positif yang bisa Anda ciptakan dan bisa Anda lemparkan untuk orang lainnya. Hal ini akan berakibat energi yang sama biasanya akan terlempar pada Anda selama berpuluh-puluh kali lebih besar dibandingkan dengan apa yang Anda lemparkan. Satu syarat yang harus diingat adalah berikanlah dengan niat untuk membahagiakan si penerima bukan karena kasihan. Dan misalnya seperti kita sedang memberi pengemis karena kasihan jika kita beri uang receh maka energi yang lemah kita akan lepas. Sebaiknya berpikirlah serta berprasangka baik bahwa kita memberi untuk kebaikan dan untuk kebahagiaan si penerima.

Penanganan Depresi

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Depresi Pada Kaum Wanita

Depresi Pada Kaum Wanita – Wanita lebih mudah terkena depresi, bahkan angkanya dua kali lipat lebih banyak ketimbang laki-laki. Depresi bukanlah kelemahan, kemalasan, atau bagian normal dari wanita, Depresi Pada Kaum Wanita adalah suatu gangguan medik yang memerlukan pengobatan. Depresi pada wanita umumnya antara lain pengaruh hormonal. Hormon tidak stabil selain dikarenakan siklus haid, wanita akan menjadi rentan depresi bila memiliki riwayat keturunan depresi. Dan, satu lagi pemicunya adalah pengaruh sosial budaya.

Depresi Pada Kaum Wanita

Depresi Pada Kaum Wanita

Depresi Pada Kaum Wanita

Depresi Pada Kaum Wanitamuncul akibat kombinasi beragam hal. Faktor eksternal yang muncul misalnya konflik keluarga, konflik interpersonal, kehilangan teman atau keluarga, perubahan musim, akibat obat-obatan (antihipertensi, kontrasepsi oral, kortikosteroid) serta alkohol dan akibat penyakit medis seperti penyakit stroke atau penyakit parkinson.

Faktor internal yang bisa memperngaruhi munculnya Depresi Pada Kaum Wanita antara lain pengalaman buruk masa lalu, kepribadian seseorang yang memang buruk (mudah mengkritik diri sendiri, mudah khawatir, pemalu, sensitive), akibat melahirkan, menopause, dan faktor keturunan yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia dalam otak.

Gejala Depresi

Gejala stress atau depresi pada kaum wanita ditandai dengan beberapa hal dibawah ini :

  1. Depresi yang diakibatkan karena sulit fokus
    Depresi bisa mengganggun dungsi kognitif bagian organ otak yang bisa membuat penderitanya menjadi sulit dalam berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. Dan umumnya pada penderita depresi, biasanya mereka akan sulit dalam mengambil suatu keputusan dan tidak bisa fokus dengan baik dan tidak bisa berpikir jernih seperti yang biasanya dilakukan. Kemungkinan dari depresi dalam hal ini biasanya diakibatkan karena waktu istirahat yang kurang atau juga karena kelelahan yang pada akhirnya mengakibatkan tubuh mengalami stres dan pada akhirnya berpengaruh ke otak.
  2. Sering terbangun tengah malam
    Terdapat suatu perbedaan yang paling utama dari penderita susah tidur atau insomnia dengan penderita depresi. Pada penderita depresi, biasanya mereka masih bisa tidur namun di malam harinya mereka akan terbangun secara tiba-tiba dan biasanya hal ini akan terjadi beberapa kali dalam hitungan satu malam saja. Otak yang tidak memasuki keadaan istirahat saat tidur dan biasanya akan terus aktif untuk bekerja membuat saat penderita bangun mereka akan merasakan kelelahan dan pusing.
  3. Sakit maag
    Depresi pada kaum wanita yang menunjukkan gejala sakit maag. Ada suatu hubungan antara faktor fisik dengan faktor psikis. Masalah fisik biasanya mengakibatkan psikis seseorang mengalami gangguan dan begitu juga jika psikis seseorang terganggu maka akan berdampak pada fisik seseorang. Orang yang biasanya mengidap suatu penyakit yang kronis mempunyai resiko mengalami depresi 3 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat dan normal. Itu mengapa salah satu cara menghilangkan atau menyembuhkan penyakit dengan cara berpikir positif adalah salah satu jalan alternatifnya.
  4. Depresi akibat mudah marah
    Disaat depresi sedang terjadi pada wanita atau pada pria, maka hal ini biasanya akan menunjukkan suatu keadaan mental yang tidak stabil dan juga lebih sensitif. Selain itu, pada wanita biasnaya juga ditunjukkan dengan cara menangis dan sementara pada pria biasanya mereka akan marah-marah tanpa menunjukkan kejelasan yang pasti.

Cara Mengobati Depresi

Cara mengobati depresi bisa dilakukan dengan minum obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter. Selain itu juga perlunya melakukan terapi konseling atau juga kombinasi yang dilakukan dari keduanya. Yang paling penting untuk penderita depresi adalah mereka harus merawat diri mereka sendiri dengan cara lebih sabar, melakukan olahraga dengan teratur dan juga menjaga asupan makanana yang mengandung gizi serta nutrisi yang baik. Jika depresi yang dialami masih dalam kategori yang ringan, maka sada baiknya untuk melakan konseling atau menceritakan keluhan Anda secara pribadi.

Berbagai jenis obat depresi seperti obat antidepressant memang sangat baik dalam membantu mengobati atau menyembuhkan depresi pada kaum wanita, namun pasti mempunyai efek samping misalnya adalah ketergantungan dan juga berdampak pada organ tubuh yang lain. Ada banyak macam atau jenis obat dan dokter biasanya akan memberikan jenis obat depresi sesuai dengan yang Anda alami.

Cara mengonsumsi obat anti depresi yang aman adalah :

  1. Dalam apapun kondisi Anda, baik dalam keadaan yang normal atau juga dalam keadaan saat Anda sedang hamil maka sebainya sebisa mungkin jangan mengonsumsi obat anti depresi tanpa melakukan konsultasi langsung ke dokter. Hal ini akan sangat berbahaya jika dosis yang diminum melebihi jumlah takaran yang diharuskan.
  2. Mengonsumsi obat anti depresi yang paling utama saat sedang menyusui sebaiknya jangan dilakukan. Hal ini akan berpengaruh besar pada produksi ASI. Jika dalam keadaan yang benar-benar terpaksa maka boleh mengonsumsi obat tersebut. Namun Anda harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk bisa memastiakn kapan obat tersebut aman untuk diminum dan kapan tidak aman.
  3. Minum pil anti kehamilan yang dibarengi dengan obat anti depresan atau obat depresi sangat tidak dianjurkan. Hal ini akan berdampak tubuh kita mengalami keracunan.

Saat ini masih banyak lagi cara menghilangkan dan cara mengatasi depresi yang dialami. Namun, langkah yang paling tepat dan langkah yang paling baik adalah dengan melakukan pencegahan. Cobalah untuk terus berserah diri kepada Tuhan YME.

Depresi Pada Kaum Wanita

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Depresi Menstruasi

Depresi Menstruasi – Sindrome pra-menstruasi atau PMS adalah sekumpulan gejala yang tdiak nyaman, menyakitkan dan menganggu yang menyerang beberapa wanita sebelum haid. Sekitar 20 persen wanita menderita sindrom ini. Berdasarkan sebuah survey separuh penderita PMS  sangat menderita sehingga mereka harus absen sekolah atau cuti sekolah.

Depresi Menstruasi

Depresi Menstruasi

Depresi Menstruasi

Sindrom PMS biasanya terjadi 7 hari sampai dua minggu menjelang haid. Penyebabnya tidak diketahui, meskipun ada teori yang mengatakan karena adanya kekurangan kalsium ataupun hormon. Namun hipotesis yang bisa dijadikan pegangan adalah terjadinya ketidakseimbangan hormon yaitu berlebihnya hormon progesteron dan estrogen sehingga terjadi penumpukan yang pada akhirnya menimbulkan berbagai keluhan. Sindrom PMS sangat menganggu aktivitas sehari-hari dan sangat emnurunkan kulitas hidup penderitanya. Juga berdampak negatif terhdap hubungan teman, keluarga, aktivitas, sosial, dan produktivitas.

Sampai saat ini tidak diketahui mengapa ada wanita yang mengalami dan ada pula yang tidak mengalami Depresi Menstruasi. Bahkan ada pula wanita yang mengalami Depresi Menstruasi hingga berat dan menjadi depresi sehingga mengatasinya membutuhkan bantuan psikiatri.  Sindrom PMS ini kini diterima secara luas sebagai suatu kelainan medis nyata yang menyerang wanita selama masa suburnya. Sekitar 20-40 persen wanita mengalami sindrom ini dan sekitar 3-5 persen gejalanya cukup berat.

PMS dapat menimbulkan gejala fisik dan psikologis yang paling sering ditemui adalah perasaan putus asa, pikiran mencela diri sendiri, cemas, tidak tenang, perasaan tiba-tiba sedih atau menangis. PMS juga bisa menimbulkan gejala lain semisal marah-marah, menurunnya minat beraktivitas, kesuliatn berkonsentrasi, mudah lelah dan kehilangan tenaga, nafsu makan bertambah dan insomnia. Sementara gejala fisik paling sering dikeluhkan wanita adalah nyeri atau pembengkakan payudara, sakit kepala, sendi atau otot, sensasi kembung dan kenaikan berat badan.

Tidak semua Depresi Menstruasi memerlukan pertolongan medis untuk PMS dan seringkali gejalanya cukup dikendalikan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Terjadinya PMS juga diduga karena adanya resistensi cairan. Oleh karena itu mengatasinya dengan diberikan hormon progesteron yang bisa mencegah resistensi cairan seperti dirinon dan KB Yas.

Gejala Depresi Menstruasi

Gejala depresi menstruasi ditandai dengan gejala seperti dibawah ini :

  1. Mood atau suasana hati depresi yang sangat jelas ditunjukkan, merasa tidak ada harapan atau juga berpikiran negatif.
  2. Mengalami kecemasan, ketegangan dan juga susah untuk fokus.
  3. Labil atau emosi tidak stabil, mudah sedih, menangis dan juga sensitifitas yang semakin meningkat terhadap suatu penolakan.
  4. Marah secara terus menerus, mengalami iritabilitas, dan terjadinya peningkatan konflik interpersonal.
  5. Penurunan pada minat suatu aktivitas yang dilakukan seperti biasanya misalnya adalah seperti bekerja, sekolah dan juga sosial serta hobi.
  6. Perasaan subyektif atau susah untuk berkonsentrasi dan memfokuskan pikiran.
  7. Nafsu makan yang menurun atau meningkat dan mengidam ingin makan sesuatu.
  8. Terlalu banyak tidur atau mengalami susah tidur atau penyakit insomnia.
  9. Merasa beban yang menumpuk dan susah mengendalikan diri dengan baik.
  10. Gejala fisik yang dirasakan sakit kepala, payudara akan lebih keras, nyeri sendi, mual, dan juga berat badan yang bertambah atau penurunan berat badan.

Untuk menegakkan diagnosis ini maka dibutuhkan paling tidak 5 gejala diatas dan salah satu dari gejala tadi adalah gejala nomo1,2,3, dan 4. Dan menurut pengalaman klinis serta penelitian kondisi tadi tidak banyak yang ditemui. Statistik mengatakan bahwa sekitar 3-7& dari jumlah populasi yang mengalami masalah diagnosis yang lengkap untuk kasus ini. Dan sehingga lebih banyak kasus yang ditemui adalah salah satunya atau juga dua gejala saja yang lebih sering disebut dengan istilah PMS.

Gejala ini biasanya terjadi lebih sedikit dan biasanya hanya mengenai ke salah satu gejala dalam bentuk perasaan atau afektif saja. Dalam beberapa gejala perasaan atau afektif itu sendiri adalah depresi, iritabilitas, kecemasan, kebingungan, serta adanya penarikan diri dari aktivitas yang biasanya dilakukan. Sedangkan untuk gejala fisik yang dirasakan adalah payudara yang terasa lebih sensitif dan besar, mual, sakit kepala dan pembengkakan pada kaki.

Penanganan yang dilakukan depresi pada kaum wanita adalah dengan melakukan terapi yang harus sesuai dengan gejala asimptomatik. Misalnya adalah dengan penggunaan antidepresan SSRI harus dibawah resep atau anjuran pskiater dan juga hanya diberikan dalam keadaan afektif yang parah.

Makanan Pereda Depresi

Beberapa jenis makanan dibawah ini bisa membantu mengatasi depresi pada kaum wanita adalah :

  1. Ikan
    Ikan merupakan salah satu jenis makanan dengan kandungan asam lemak omega-3. Dan selain itu juga kandungan B12 serta kandungan B6 yang ada di dalamnya juga sangat banyak. Kekurangan mengonsumsi vitamin B12 ini bisa membuat perasaan stress muncul dan tingkat depresi yang tingkatannya lumayan tinggi.
  2. Brokoli
    Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan antioksidan yang ada di dalamnya cukup tinggi, selain itu kandungan asam folat serta kandungan vitamin B yang ada di dalamnya juga tinggi. Kandungan asam folat bermanfaat untuk membantu menghilangkan stress, membantu menurunkan kecemasan sampai depresi. Selain itu, kandungan serat alami yang ada di dalamnya juga bisa membantu melancarkan sistem pencernaan tubuh Anda.
  3. Buah
    Mengonsumsi buah yang mengandung gula alami yang bisa membantu mengurangi tingkatan stress atau juga depresi yang dialami.

Depresi Menstruasi

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Depresi Bipolar

Depresi Bipolar – Gangguan bipolar adalah penyakit otak serius yang menyebabkan anak mengalami perubahan ekstrim dalam suasana perasaan. Suasana perasaan yang diwarnai oleh dua kutub perasaan meningkat atau manik dan perasaan menurun atau depresi dahulu ini sering disebut sebagai manik depresi namun sekarang secara resmi disebut sebagai gangguan bipolar. Anak dengan gangguan bipolar mengalami perubahan suasana perasaan mulai dari kebahagiaan atau euforia dan putus asa yang mendalam atau cenderung murung.

Depresi Bipolar

Depresi Bipolar

Depresi Bipolar

Gangguan depresi bipolar memerlukan perhatian yang serius karena merupakan gangguan kejiwaan yang kronis dan ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Anak dengan gangguan ini beresiko merusak diri sendiri dan bisa berakhir dengan kematian akibat bunuh diri.

Bukan hanya orang dewasa gangguan depresi bipolar juga bisa terjadi pada anak-anak. Namun kebanyakan pasien bipolar baru didiagnosis saat beranjak dewasa. Ini karena anak-anak tidak dapat mengekspresikan perasaannya dan hanya menunjukkan gejala bipolar lewat perilakunya. Jika anak berperilaku tidak seperti anak-anak lain pada umumnya, terlihat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, mungkin bukan sekedar kenakalan biasa, sebaiknya orangtua cepat tanggap dan membawanya ke psikiater.

Gangguan bipolar disebabkan oleh faktor gen atau genetik yang berperan cukup besar yakni 70% oleh karena itu tidaklah heran bila di dalam keluarga orang dengan gangguan bipolar, saudara-saudara tingkat (orangtua, anak, saudara) lebih cenderung  memiliki gangguan mood darpada anggota keluarga  dari mereka yang tidak memiliki gangguan bipolar. Studi kembar menunjukkan bahwa jika salah satu kembaran memiliki gangguan mood, kembar identik adalah sekitar tiga kali lebih mungkin dibandingkan kembar fraternal memiliki gangguan mood juga.

Neurotransmitter, juga sebagai kemungkinan lainnya penyebab gangguan bipolar, beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat rendah atau tinggi suatu neurotransmitter (zat pengantar di otak) tertentu seperti : serotonin, neropinefrin, atau dopamin adalah penyebabnya. Penelitian lain menunjukkan bahwa ketidakseimbangan zat ini adalah penyebab perubahan mood.

Gejala Depresi Bipolar

Gejala yang muncul dari depresi bipolar adalah :

Perubahan dari suasana hati :

  1. Periode yang terjadi panjang dari perasaan suasana hati yang terjadi dengan sangat ramah atau juga sangat gembira.
  2. Susana hati yang sangat teriritasi, mengalami agitasi, dan merasakan gelisah.

Perubahan atau gejala dari segi kelakuan :

  1. Berbicara dengan cepat, biasanya mereka yang mengalami hal ini akan melompat dari satu ide ke yang lain, dan mempunyai cara berpikir yang terlalu tergesa-gesa atau terlalu terburu-buru.
  2. Sanat mudah sekali untuk dikacaukan.
  3. Melakukan aktivitas tertentu yang mengarah pada tujuan yang meningkat misalnya adalah siap untuk menerima proyek yang baru.
  4. Lebih gelisah
  5. Susah tidur atau tidur tidak cukup
  6. Kepercayaan diri yang tidak real atau tidak nyata pada kemampuan orang lain.
  7. Berkelakuan dengan impulsif dan juga mengambil suatu bagian dari banyak kelakuan-kelakuan yang menyenangkan serta beresiko tinggi, misalnya adalah membelanjakan spress, seks yang sifatnya impulsif, dan juga investasi pada bisnis dengan cara yang impulsif.

Penyebab Depresi Bipolar

Faktor yang menyebabkan seseorang mengalami depresi bipolar adalah :

  1. Faktor keturunan
    Faktor genetika atau faktor keturunan merupakan salah satu hal yang umum terjadi dan merupakan penyebab dari kasus depresi bipolar menunjukkan angka sebesar 15-30% bahkan jika kedua orang tua menderita hal ini, resiko bisa naik lagi menjadi 50-75%.
  2. Faktor fisiologis
    Penyebab depresi bipolar bisa disebabkan karena keseimbangan cairan kimia yang mengalami gangguan di dalam otak yang ada dalam keadaan tidak seimbang.
  3. Lingkungan
    Keadaan diluar atau lingkungan juga memberikan peran yang besar untuk terjadinya suatu depresi bipolar. Misalnya adalah seperti keadaan lingkungan yang membuat seseorang mengalami stres, penyalahgunaan pada jenis obat-obatan yang terlarang, penggunaan jenis obat-obatan tertentu, dan terjadinya perubahan pada musim serta mengalami masalah insomnia.

Cara mengatasi depresi bipolar adalah mereka harus menerapkan gaya hidup yang sehat misalnya adalah dengan melakukan kegiatan atau juga aktivitas yang dilakukan sehari-hari dengan normal. Past memang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih banyak lagi mengenai gangguan depresi bipolar baik dilihat dari fejala dan juga bagaimana cara mengatasi depresi bipolar yang paling abik. Sebaiknya hindarilah melakukan kegiatan atau juga aktivitas yang bisa membuat Anda menjadi stres dan carilah dukungan dari orang yang Anda percaya dan baik, serta lakukanlah manajemen hati agar bisa dengan lebih baik dikontrol.

Selain itu, hal yang dibutuhkan dan harus selalu diingat dalam menyelesaikan masalah atau mengatasi depresi adalah dengan memahami agama lebih dalam dan menjalankan semua perintah-Nya menjauhi larangan-Nya. Misalnya adalah jika seseorang yang menderita depresi bipolar beragama islam, maka Anda bisa belajar lebih dalam lagi lewat buku, lewat ustad, atau juga lewat orang-orang yang mengerti tentang agama lebih dalam agar bisa mengontrol diri Anda lebih baik lagi. Karena yang menciptkana hati serta semua bagian-bagian tubuh kita adalah Tuhan YME.

Selain itu, konsumsilah makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yag mencukupi untuk tubuh kita. Konsumsi jenis makanan yang mengandung antioksidan yang bisa membantu menenangkan pikiran dari stress dan depresi yang dialami. Selain itu, melakukan olahraga dengan teratur sebagai bentuk salah satu cara mengatasi depresi.

Depresi Bipolar

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum - Pada beberapa hari setelah melahirkan, pada beberapa ibu merasakan gangguan depresi yang sifatnya ringan, mereka punya waktu-waktu sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur dimana mereka tidak bisa tidur meskipun bayi sudah tertidur. Akan tetapi ada beberapa wanita mempunyai gejala-gejala depresi yang lebih berat dan berlangsung lebih lama. Kondisi seperti ini sering disebut dengan depresi post partum (depresi setelah melahirkan).

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum dapat disembuhkan dengan pemakaian obat-obatan, terapi kognitif, atau konseling dan atau kombinasi keduanya. Juga merupakan hal penting bagi penderita untuk merawat diri sendiri dengan baik, latihan olahraga teratur dan cara diet cepat makanan sehat. Konsultasi secara pribadi mungkin dapat membantu jika depresi yang dialami masih dalam skala depresi ringan.

Obat-obat anti depresi (antidepressant) sangat efektif dalam pengobatan Depresi Post Partum. Ada banyak macam obat anti depresi dan dokter akan memberikan obat depresi yang tepat kepada penderita. Pengobatan depresi hanya menggunakan obat atau hanya dengan konsultasi atau kombinasi keduanya akan membantu bagi kebanyakan wanita dengan gangguan depresi.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat mengalami Depresi Post Partum :

  • Jangan kucilkan diri anda, tetap selalu berhubungan dengan seseorang yang anda cintai dan teman-teman anda, penasihat spiritual anda, juga dokter.
  • Jangan membuat keputusan-keputusan besar seperti perceraian atau perpisahan karena pada saat depresi anda mungkin tidak berpikir dengan jernih. Jadi keputusan yang anda buat pada saat depresi mungkin bukan keputusan yang terbaik buat anda.
  • Jangan salahkan diri anda karena depresi anda, karena bukan anda penyebab depresi yang anda derita.
  • Jangan takut akan perasaan tidak merasa baik dan sehat pada saat ini
  • Jangan menyerah dan putus asa
  • Sering berolahraga untuk membuat anda merasa lebih baik, olahraga juga akan memberikan anda lebih banyak energi
  • Makan dengan makanan seimbang dan diet sehat
  • Istirahat cukup
  • Minumlah obat anti depresi anda atau lakukan konsultasi sesering mungkin seperti yang dokter sarankan. Obat antidepresant anda tidak akan bekerja jika anda meminumnya hanya satu kali saja
  • Tetapkan tujuan kecil untuk diri anda, karena pada kondisi depresi anda mungkin dalam kondisi kurang bertenaga
  • Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang depresi dan bagaimana mengobatinya.
  • Segera hubungi dokter anda atau pusat-pusat yang menangani pencegahan bunuh diri setempat jika anda mulai berpikir tentang bunuh diri.

Penyebab Depresi Postpartum

Penyebab dari depresi pasca melahirkan atau post partum adalah :

  1. Faktor biologis
    Faktor ini biasanya menjelaskan bahwa terjadi akibat dari adanya kadar hormon misalnya adalah seperti kadar estrigen, progesteron dan juga prolaktin dengan jumlah yang tinggi atau juga dengan jumlah yang rendah di masa nifas atau juga mengalami suatu perubahan pada hormon dengan lebih cepat dan juga dengan lebih lambat.
  2. Karakteristik ibu
  3. Faktor usia
    Pada sebagian masyarakat mempercayai bahwa saat yang paling tepat untuk seorang wanita melahirkan adalah di usia antara 20-30 tahun. Dan hal ini baisanya akan mendukung masalah pada periode yang optimal dalam hal perawatan bayi untuk seorang ibu. Selain itu, faktor usia wanita yang mengalami hal tersebut saat sedang hamil dan proses persalinan biasnaya seringkali dihubuungkan dengan suatu bentuk kesiapan mental wanita untuk menjadi seorang ibu.
  4. Faktor pengalaman
    Depresi pascasalin atau setelah melahirkan ini biasanya lebih banyak ditemukan pada wanita primipara, dan mengingat bahwa peran dari seorang ibu atau juga segala yang berhubungan dengan bayinya adalah suatu situasi yang sama sekali baru untuk dirinya dan juga bisa membantu menimbulkan stress.
  5. Faktor pendidikan
    Wanita yang berpendidikan tinggi biasanya akan menghadapi masalah tekanan sosial serta mengalami konflik peran, diantara tuntutan sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karier.
  6. Faktor selama proses persalinan
    Hal ini biasanya mencakup tergantung dari lamanya proses persalinan, saat intervensi medis yang digunakan dalam hal proses persalinan. Dan juga diduga semakin besar dalam trauma fisik yang dimunculkan saat sedang proses persalinan. Maka hal yang semakin besar akan terjadi kemungkinan adalah trauma psikis yang muncul dan selain itu juga kemungkinan dari wanita yang bersangkutan tadi akan mengalami depresi post partum.
  7. Faktor dukungan sosial
    Banyaknya kerabat atau orang-orang yang membantu saat proses persalinan berlangsung dan pasca bersalin, beban seorang obu biasanya akan semakin berkurang.

Obat Depresi Postpartum

Pemberian jenis obat tertentu untuk kaksus ini biasanya adalah pemberian pada episode pertama dari kasus depresi, pemberian obat depresi yang dilakukan selama 6-12 bulan merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan. Dan untuk wanita dengan kasus depresi mayor yang terjadi secara berulang biasanya akan diindikasikan perawatan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang dengan menggunakan obat antidepresan. Kegagalan dalam melakukan pengobatan atau juga melakukan pengobatan yang tidak adekuat biasanya akan menimbulkan masalah pada hubungan antara ibu, bayi dan pasangan. Selain itu juga, hal ini bisa meningkatkan terjadinya resiko morbiditas untuk ibu dan bayi, serta mengenai kompromi sosial dan juga tentang oengembangan pendidikan dari si bayi. Semakin cepat pengobatan dilakukan maka prognosisnya juga akan semakin baik. Perlunya melakukan rawat inap juga kemungkinan harus dilakukan untuk kasus depresi pascamelahirkan atau post partum dengan kasus yang parah.

Depresi Post Partum

Posted in Depresi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment